Tampilkan postingan dengan label tugas kelompok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tugas kelompok. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Maret 2010

Tugas Kelompok T.O.U

Tugas diskusi dan kelompok :
  • Rachmat
  • Rezi syahputra
  • Riki Suryana
  • David
  • Faisal
  • Dayat

1.Jelaskan alasan produsen (penjual) perlu mengetahui elastisitas permintaan terhadap suatu barang yang diproduksi (dijual)?
Jawab:
Alasannya yaitu produsen mengetahui elastisitas permintaan suatu barang agar produsen dapat mengantisipasi adanya suatu perubahan yang terjadi pada selera konsumen, agar segmentasi pasar menjadi lebih efektif, serta adanya produktivitas dalam penjualan barang kepada konsumen. Dengan produsen mengetahui hal tersebut, maka produsen dapat melakukan diferensiasi produk atau difersifikasi produk serta meningkatkan efektifitas dan produktivitas produk apabila terjadi penurunan pada permintaan konsumen.
2. Apa yang dimaksud dengan :
(a) elastisitas harga permintaan barang X :
- derajat kepekaan dari permintaan suatu barang terhadap perubahan harga barang yang dimaksud.
(b) elastisitas silang antara barang A dan barang B:
- derajat kepekaan dari permintaan suatu barang terhadap perubahan harga barang
(c) elastisitas pendapatan terhadap permintaan barang X:
- derajat kepekaan dari permintaan suatu barang terhadap perubahan pendapatan
3. Bagaimana cara penjual mengetahui bahwa permintaan terhadap barang yang dijual adalah elastis, inelastic atau elastisitas uniter?
Jawab:
- Elastis : Permintaan suatu barang bersifat elastic apabila elastisitas harga lebih besar dari 1
- Inelastis : Permintaan suatu barang bersifat inelastic apabila elastisitas harga lebih kecil dari 1
- Elastisitas uniter ( tunggal) : Permintaan suatu barang bersifat elastisitas tunggal apabila elastisitas harga sama dengan 1.
4. Apakah yang dimaksud dengan nilai koefisien elastisitas harga permintaan barang X adalah inelastic?
Jawab :
Koefisien elastisitas harga permintaan adalah: Prosentase perubahan permintaan yang diakibatkan oleh 1% perubahan dari factor penentu (harga barang itu sendiri, harga barang lain, pendapatan, dll)
Sedangkan koefisien elastisitas harga permintaan dikatakan inelastic apabila setiap perubahan harga 1% diikuti dengan perubahan permintaan kurang dari 1%.
5. Bagaimana anda dapat mengetahui jenis hubungan diantara dua macam barang bersubstitusi, berkomplemen atau independent?
Jawab :
Apabila kedua barang tersebut adalah barang subtitusi, maka koefisien elastisitas silang antara kedua barang tersebut akan menunjukan angka positif yang berarti jumlah barang yang diminta naik sedikit dan tidak terlalu signifikan,
Sedangkan apabila kedua barang tersebut adalah barang komplementer, maka koefisien elastis silang antara kedua barang tersebut menunjukan angka negative sehingga jumlah barang yang diminta akan turun pada saat harga naik.
Apabila kedua barang tersebut adalah barang pokok, maka koefisien pendapatan terhadap barang tersebut akan mengalami kenaikan lebih kecil dari 1 apabila jumlah pendapatannya naik.
6. Apakah perbedaan antara elastisitas busur dengan elastisitas titik. Buatlah ilustrasi menghitung besarnya koefisien elastisitas harga permintaan barang X dengan menggunakan metode elastisitas busur dan metode elastisitas titik.
Jawab :
Elastisitas busur digunakan apabila dalam soal diketahui harga dan jumlah secara lengkap
Contoh:
Titik Harga (P) Kuantitas (Q)
A 12 30
B 10 50

Maka rumus elastisitasnya adalah:
Ed = ∆ Q * (P1 + P2) / 2
∆ P (Q1 + Q2) / 2
Ed = (50 – 30) * (12 +10) / 2
(10 – 12) (30 + 50) / 2
= -20 * 11 -2 40
= 2,75
Sedangkan metode elastisitas busur digunakan apabila soal elastisitas berbentuk aljabar.
Contohnya:
Permintaan suatu barang: Q = 60 – 10P
Ed = – ∂ Q * P
∂ P Q
Jika P = 2, maka Q = 40
Ed = – (-10)* 2 / 40 = 0,5
7. Berikan uraian analisis untuk nilai koefisien elastisitas permintaan berikut;
(a)ep = -5 ;
(b) ex.y = 2 ;
(c) eI = 0,4
Jawab:
a) Ep = -5 maka setiap kenaikan harga 1% mengakibatkan penurunan permintaan sebesar 5%
b) Ex.y = 2 maka kedua barang tersebut merupakan barang subtitusi yang artinya apabila harga naik 1% maka permintaan barang tersebut akan naik
c) EI = 0,4 barang tersebut merupakan barang pokok atau barang normal karena jika terjadi kenaikan 1% pendapatan maka permintaan barang tersebut akan naik 0,4%
8. Besarnya koefisien elastisitas harga penawaran barang X adalah 3. berikan penjelasan dari besarnya nilai koefisien tersebut.
Jawab:
Apabila besarnya koefisien penawaran X = 3, maka bila harga naik 1% permintaan terhadap barang tersebut naik 3%, kejadin ini disebut elastis karena koefisien penawaran lebih besar dari 1.
9. Permintaan terhadap barang X ditunjukkan oleh persamaan Q = 10 – 2P. Tentukan besarnya koefisien elastisitas harga permintaan barang X pada tingkat harga barang X adalah 3. jika produsen (penjual) ingin meningkatkan penerimaan total (TR), kebijakan harga apa yang harus diambil (menaikkan harga atau menurunkan harga), berikan alasan jawaban anda.
Jawab :
Untuk P = 3
Q = 10 – 2P
Q = 10 – 6
Q = 4
Untuk P = 4
Q =10 – 2P
Q =10 – 8
Q = 2
(-1/ -2)*(3 / 4)
= (-0,5) * (3 / 4)
= -0,375 = 0,375
Pada saat harga naik sebesar 1% maka permintaan akan turun sebesar 0,375%. Jika perusahaan ingin meningkatkan total penerimaan, melalui kebijakan harga yaitu dengan cara perusahaan harus menaikan harga karena persentase kenaikan harga lebih besar dibanding persentase penurunan permintaan.
10. Setelah dilakukan penelitian mengenai respon konsumen terhadap permintaan barang X, ditemukan besarnya koefisien elastisitas silang antara barang X dengan barang Y adalah -3. berikan analisis nilai koefisien elastisitas silang antara barang X terhadap barang Y. Bagaimana hubungan antara barang X dan barang Y, berikan penjelasan.
Jawab :
Jika Ex.y = -3, maka kedua barang tersebut merupakan barang komplementer yang artinya jika harga X naik 1% maka permintaan terhadap barang Y akan menurun.
11. Penawaran barang X ditunjukkan oleh persamaan Qsx = 4P – 5. tentukan besarnya koefisien elastisitas harga penawaran barang X pada tingkat harga barang X adalah 3. Bagaimana sifat penawaran barang X (elastis, inelastic atau elastisitas uniter)?
Jawab :
Qsx = 4P – 5
Pada tingkat harga (P) = 3
Qsx = 7
Pada tingkat harga (P) = 4
Qsx = 11
Es = (-1 / -4) * (3 / 7)
Es = (0,25) * (0,428)
Es = 0,584
Apabila terjadi kenaikan harga 1% akan mengakibatkan kenaikan penawaran sebesar 0.584 %. Elastisitas penawaran ini berbentuk in elastis.
12. Jika harga barang X turun 20% berakibat jumlah barang X yang diminta naik 40%. Tentukan besarnya koefisien elastisitas harga permintaan barang X.
Jawab:
Syarat fungsi permintaan
P/(Qdx) = Q-Px
Jika : P = 20 % = 0.02
: Q = 40 % = 0.04
: Q = 0,4 – 0,2P
: Q1= – 0,2
π = (Qdx1 / Qdx) P
π = {-0,2 / (0,4 – (0,2)2)}0,2
π = – 0,1 ————– inelastis
13. Kenaikan harga barang Y dari Rp. 6.000 menjadi Rp. 10.000 menyebabkan jumlah barang X yang diminta naik dari 20 unit menjadi 25 unit. Tentukan besarnya koefisien elastisitas silang antara barang X dan barang Y pada tingkat harga barang Y sebesar Rp. 10.000. Apakah hubungan antara barang X terhadap barang Y.
Jawab :
Py1 = 6000, Py2 = 10000 ——– 4000
Qx1 = 20, Qx2 = 25——————— -5
(5 / 4000) = 0,00125
Exy = -0,00125 * (10000 / 25)
Exy =- 0,5
Barang ini bersifat komplementer yangv artinya apabila terjadi kenaikan harga 1% pada barang X, maka akan mengakibatkan penurunan permintaan sebesar 0,5% pada barang Y.
14. Permintaan terhadap barang X ditunjukkan oleh persamaan:
Qdx = 34 – 0,8Px + 0,3Py + 0,04I
a. Tentukan elastisitas harga permintaan barang X pada harga Px = 10 ; harga barang Y pada harga Py = 20 dan pendapatan konsumen I = 5.000. Jelaskan tentang nilai koefisien elastisitas harga permintaan barang X tersebut.
b. Tentukan elastisitas silang antara barang X dan barang Y pada harga Px = 10 ; harga barang Y pada harga Py = 20 ; dan pendapatan konsumen I = 5.000. Jelaskan nilai koefisien elastisitas silang antara barang X dan barang Y tersebut.
c. Tentukan elastisitas pendapatan konsumen terhadap permintaan barang X pada harga Px = 10 ; harga barang Y pada Py = 20 ; dan pendapatan konsumen I = 5.000. Jelaskan nilai koefisien elastisitas pendapatan konsumen terhadap permintaan barang X tersebut.

Jawab :
Qdx = 34 – 0.8px + 0.3py + 0.04I
Qdx = 34 – 0.8(10) + 0.3(20) +0.04(5000)
= 34 – 8 + 6 + 200
= 232
a.
Ep = – (-0.8) . (10 / 232)
Ep = 0,034

Ep = – ∂Qx . P
∂Px . Qx
∂Qx / ∂Px = -0.8
Nilai koefisien 0,034 menunjukan setiap perubahan harga barang X sebesar 1% akan mengubah jumlah barang X yang diminta sebesar 0,034% dengan arah negative (elastisitas permintaan). Jika harga barang X naik 1% maka jumlah barang X yang diminta turun 0,034%, ceteris paribus. Sifat permintaan barang X adalah inelastic, ditunjukkan dengan nilai koefisien lebih kecil dari 1. jika perusahaan ingin meningkatkan penerimaan total (TR) melalui kebijakan harga, yakni dengan cara perusahaan tersebut harus menaikkan harga. Karena jika permintaan suatu barang inelastic, persentase penurunan jumlah barang yang diminta lebih rendah daripada kenaikan harga. Akibatnya penerimaan perusahaan dapat meningkat.
b. Exy = ∂Qx . P
Ep = (0.3) . (20 / 232)
Ep = 0,025

∂Px . Qx
∂Qx / ∂Px = 0.3
Nilai koefisien elastisitas silang antara barang X dan barang Y1 adalah 0,025 menunjukkan bilamana harga barang Y1 naik 1% maka jumlah barang X yang diminta akan naik sebesar 0,025%. Nilai koefisien bernilai positif artinya barang X bersubstitusi terhadap barang Y1.

c.
Ep = (0.04) . (5000 / 232)
Ep = 0,86

Exy = ∂Qx . I
∂I . Qx
∂Qx / ∂Px = 0.04
Nilai koefisien pendapatan terhadap permintaan barang X adalah 0,86 menunjukkan bilamana pendapatan naik 1% maka jumlah barang X yang diminta akan naik sebesar 0,86%. Koefisien elastisitas pendapatan terhadap permintaan barang X lebih kecil dari 1 dan positif artinya barang X adalah barang normal dan termasuk dalam kategori barang kebutuhan pokok.
15. Hasil suatu penelitian terhadap perilaku perusahaan dalam menawarkan barang X yang diproduksi dirumuskan dalam suatu persamaan penawaran sebagai berikut:
Qsx = 100 + 15Px – 10Py – 4N
Tentukan nilai koefisien elastisitas harga penawaran barang X pada tingkat harga barang X (Px) = 12, harga input Y (Py) = 5 dan jumlah macam barang pesaing (N) = 5. Berikan penjelasan nilai koefisien elastisitas tersebut.
Jawab:
Qsx = 100 + 15Px – 10Py – 4N
Qsx = 100 +15(12) – 10(5) – 4(5)
Qsx = 100 + 180 – 50 – 20
Qsx = 210
Ep = – (15) . (12 / 210)
Ep = 0,857 ———— inelastis
Ep = – ∂Qx . P

Senin, 09 November 2009

Komunikasi Organisasi



          Public relation adalah teknik menyampaikan pesan kepada masyarakat agar maksud yang kita sampaikan dapat diterima baik dan tujuan kita tercapai. Public relation pada masa-masa sebelumnya, digunakan untuk orasi, diskusi, debat terbuka, kampanye, atau segala sesuatu yang berkaitan dengan propaganda politik. Namun pada perkembangannya, public relation digunakan berbagai perusahaan untuk hubungannya dengan sosial masyarakat dalam kaitannya dengan kegiatan ekonomi seperti kegiatan promosi, pemasangan iklan, kerja sama dengan pihak lain, dsb.

          Seiring berkembangnya jaman, teknologi semakin berkembang pesat sehingga memberi kemudahan bagi PR untuk melaksanakan tugasnya, seperti mulai adanya teknologi televisi, computer, internet. Selain itu, jika dahulu public relation harus dilakukan langsung di hadapan publik, yang mana seorang penyampai pesan berdiri di tengah khalayak ramai, kini hal seperti itu tidak perlu. Melalui media massa, baik cetak (koran, majalah, tabloid, poster, pamflet, dll) maupun siar (televisi, radio, video), kegiatan public relation justru lebih efektif dilakukan.

CONTOHNYA:

          Videoconference adalah telekomunikasi dengan menggunakan audio dan video sehingga terjadi pertemuan ditempat yang berbeda-beda. Ini bisa berupa antara dua orang secara pribadi dalam kantor (point-to-point) atau mengikutsertakan berberapa orang dalam ruangan (multi-point) di tempat yang berbeda-beda.

Video conference ini dapat dibagi atas:


1. Two-way Videoconference
2. One-Way Videoconference
3. Non-motion Videoconference

          Selain itu dengan adanya perkembangan teknologi, jangkauan audience lebih luas dan pesan yang tersampaikan pada masyarakat juga lebih beragam dalam satu waktu. Dan dengan adanya internet, public relation dapat dilakukan secara online di dunia maya melalui email, chatting, web pages, blog, dsb.

          Keberhasilan suatu teknik suatu public relation tergantung dari apa tujuan pihak public relation tersebut. Biasanya organisasi nonprofit atau pihak dari pemerintah, menyampaikan pesan melalui promosi atau kampanye sederhana, seperti iklan layanan masyarakat atau turun langsung ke jalan bertemu langsung dengan masyarakat. Kampanye yang disampaikan biasanya berupa nasihat baik yang memang diperuntukkan untuk kelangsungan hidup negara. Misalkan, kampanye pencegahan HIV/AIDS dengan pembagian kondom oleh para sukarelawan atau penjelasan tentang bahayanya seks bebas melalui iklan televisi. Sedangkan perusahaan-perusahaan yang memang menjual produk, baik barang maupun jasa, menggunakan teknik yang lebih kompleks dan lebih kreatif seperti annual reports, press releases, telekonferensi, news conference, konferensi pers, advertorial, public tour, atau orasi langsung. Teknik public relation ini juga dipengaruhi siapa dan bagaimana target audience, tergantung dari interest audience yang dimaksud. Hal ini juga mempengaruhi bagaimana bentuk pesan yang disampaikan. Semakin beragam target audience yang dituju, maka teknologi penyampaian pesan pun harus yang dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Contoh komunikasi nonformal:

          Berbagai data tersebut mendorong kolaborasi Unilever Peduli, Close UP, Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) dan Radio Prambors untuk terlibat langsung guna menyelamatkan anak muda. ”Kampanye off air BNBB ini melibatkan berbagai lembaga kredibel yang mengerti dan dekat dengan anak muda serta memiliki kepedulian yang sama untuk menyelamatkan generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba dan pencegahan HIV-AIDS. Kampanye ini berfokus pada anak muda di berbagai daerah seperti Yogyakarta, Surabaya dan Bandung dan bertujuan untuk mengajak mereka untuk bersama-sama menjadi penggerak komunitasnya dalam kepedulian mereka terhadap ancaman penyalahgunaan narkoba dan pencegahan penularan HIV-AIDS di Indonesia.,” ujar Okty Damayanti, General Manager Unilever Peduli.

          Brand Manager CloseUp, Akhmad Saeful memaparkan edukasi mengenai pencegahan HIV-AIDS akan disampaikan melalui aneka permainan yang melibatkan penonton yang hadir. “Mereka akan kami libatkan dalam permainan yang edukatif. Kami percaya cara ini akan efektif untuk menyampaikan pesan pencegahan HIV-AIDS. Dengan cara yang menghibur dan menyenangkan, pesan-pesan tersebut akan lebih mudah dimengerti” kata dia. Puncaknya, ujar Akhmad, anak muda yang hadir dalam acara tersebut akan diajak untuk menempelkan stiker pita merah peduli AIDS di spanduk raksasa sebagai wujud komitmen mereka. Nantinya, semua banner dari tiga kota akan disatukan serta akan dikibarkan pada perhelatan hari AIDS sedunia pada 1 Desember di Jakarta. ”Kami ingin mengajak generasi muda untuk brani ngomong dan brani buktiin dengan terlibat langsung dalam kegiatan kampanye ini,” tambah Akhmad.